"Dulu Musuh Sekarang Kawan" Inilah kata yang banyak populer post pada media publik seperti facebook & twitter. Untaian sambutan kata yang
disampaikan oleh Bapak Kepala Negara Repubik Indonesia “Patut menjadi contoh bagi
Negara di seluruh dunia”. Kedua Negara yang begitu akrab, yang saat ini bekerja
sama di berbagai bidang yaitu politik, ekonomi, keamanan. Walau pernah
mencorehkan sejarah buruk namun hal itu tidak menjadi hambatam dalam kemitraan
kedu Negara untuk membina keakraban.
Dalam sambutan Bpk SBY di taman
makan pahlawan Seroja Dili, beliau memberikan penhormatan kepada para pahlawan
Indonesia yang gugur pada medan perang di Timor-Leste. di taman makam pahlwan beliau mengatakan sejejeran kuburan ini
adalah anggota saya, patut saya memberi hormat karena merekalah kini saya masih
berdiri kokoh. Semoga arwah mereka diterima disisi Tuhan yang Maha Esa. Mereka telah
mengembangkan tugas dengan baik demi bangsa dan Negara.
Walau pernah menjadi lawan para geriliawan
Falintil Timor-Leste, namun tidak mengurangi rasa hormat beliau maka di Jardim dos Herois Metinaro, Beliau juga
memberi penghormatan kepada para geriliawan Falintil yang telah gugur di medan
peran. Mereka adalah pahlawan Timor-Leste Semoga Tuhan menerima mereka
disi-Nya.
Suatu sikap yang luar biasa
antara Bapak SBY & Bapak Xanana, pelukan hangat kedua petinggi Negara ini
membuat dunia seakan damai, Indonesia dan Leste lebih damai. Apabila semua Negara di dunia mengikuti jejak kedua
petinggi ini mungkin konflik akan berakhir, walau tidak 100% namun selayaknya
rakyat hidup damai dan rukun. Karena bagi rakyat ketenangan hidup dalam Negara sudah
cukup, mereka tidak butuh limpahan harta & gila jabatan.
Sebuah kamera RTTL sempat merekam
Bapak SBY sedang usap air matanya dalam sebuah acara hiburan, sebuah lagu yang
dinyayikan para penhibur dengan judul “Susilo Bambang Yudiono”. Entalah kenapa
Bapak SBY mengeluarkan air mata?, apakah beliau terharu dengan lagu yang
dinyayikan? Atau beliau merasa karena sambutan hangat yang terharu? Marilah kita
sejenak berpikir terkadang Bapak Xanana juga sering menangis dalam sambutan
atau acara. Bila kita semua bingung cobalah tanya pada rumput yang bergoyang…heheh.
Sejarah negro memang tidak bisa
dilupakan. Namun perlu diingat bahwa “Human
resource” sangat penting dalam membangung sebuah Negara, karena itu kedua Negara
telah bekerja sama untuk membangung sebuah rumah pintar di Timor-Leste. Ini adalah
kerja sama yang positif di bidang pendidikan. Pembangunan bangsa harus bergerak
disetiap sektor, sektor keamanan sangat penting karena itu kedua Negara telah
menanda tangani MoU dalam bidang militer. dalam penandatangan MoU ini juga ada
MoU dalam bidang Agrikultur, Tourism, olahraga.
Saudara-Saudariku yang ada di
Timor Barat alias pengunsi, apabila anda sempat menontong televisi Timor Leste
(RTTL), berpikirlah.. “Mereka yang memulai dan mengakhiri perang kini bersatu,
saling berpelukan seolah tak ada sesuatu yang terjadi diantara mereka. Mereka bagaikan
saudara yang berpisah lama dan berkumpul kembali”. Linangan air mata mereka
yang bertebaran dipipi mereka seolah mengkisahkan penyesalan yang dalam atas
kejadian di masa lampau. Saudara-saudariku eks pengunsi, sejarah negro bukanlah
kemauan kalian. Kita semua adalah rakyat jelata yang dibimbing untuk saling
membunuh, saling memfitnah, saling mengolok-olokan.
Artikel ini hanyalah sebuah
cerpen, namun apabila saudara-saudari punya waktu, luangkan beberapa menit
untuk membacanya. Siapa tau bermanfaat.
Terima kasih


