Timor Leste merupakan sebuah wilayah bekas koloni
portugis yang dianeksasi oleh militer Indonesia menjadi sebuah provinsi yang
pernah menjadi bagian Indonesia antara 17 Juli 1976 sampai 19 Oktober 1999.
Kala itu provinsi ini merupakan provinsi Indonesia yang ke-27. Timor Leste
dianeksasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah
selama 450 tahun oleh Portugal. Wilayah provinsi ini meliputi bagian timur
pulau Timor, pulau Kambing atau Atauro, pulau Jaco dan sebuah eksklave
(oe-cusse) di Timor Barat yang dikelilingi oleh provinsi Nusa Tenggara Timur.
Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor
Lorosa'e), resmi merdeka pada tanggal 20 Mei 2002. Sebelumnya bernama Provinsi
Timor Timur, ketika menjadi anggota PBB,
memutuskan untuk memakai nama Portugis "Timor Leste" sebagai
nama resmi Negara.
Timor Leste secara administratif dibagi menjadi 13
distrik:
1. Aileu
2. Ainaro
3. Baucau
4. Bobonaro ( Maliana )
5. Cova-Lima (Suai)
6. Dili
7. Ermera
8. Lautem (Lospalos)
9. Liquica
10. Manatuto
11. Manufahi (Same)
12. Oecussi-Ambeno (Pante Makasar)
13. Viqueque (Cabira-Oan)
B.
Potensi Ekonomi
Timor Leste bagian timur berbatasan
langsung dengan Indonesia. Wilayah timor leste yang berbatasan langsung dengan
ntt (Indonesia) adalah Suai dan Bobonaro. Kawasan perbatasan darat antara
Indonesia dengan Timor Leste hingga saat ini masih tertinggal. Untuk itu
Pemerintah mengharapkan adanya kerjasama dengan Timor Leste melalui pengembangan
kawasan. Indonesia dan Timor Leste telah memiliki konsep pengembangan
pembangunan bersama yang dikenal dengan development
of a regional integrated economic apprach, atau pendekatan pembangunan
ekonomi regional terintegrasi. Konsep tersebut, ditandatangani di Dili pada 19
Mei 2012 oleh Bapak SBY saat kunjungan presiden RI ke Timor Leste. Dengan
konsep itu, Ia berharap, Timor Leste dan wilayah propinsi disekitarnya dapat
tumbuh bersama dan bersinergi dalam pembangunan di sub kawasan yang ada. Selanjutnya,
hal itu diharapkan mendorong iklim saling investasi antara pengusaha kedua
negara mengingat latar belakang historis dan sosial budaya yang sudah terjalin
sama.
Bila kita menganalisa kemungkinan
untuk menjadi negara adidaya atau negara super-power mungkin secara realitas belum
bisa proses menuju kesana. Karena Timor Leste baru menjadi negara merdeka baru
genap dua belas tahun, artinya masih banyak hal yang harus dibenahi dulu serta
meningkatkan pembangunan di berbagai aspek supaya kestabilan politik ekonomi
dan sosial bisa tercapai, apabila keadaan nasional Timor Leste sudah kondusif
maka, Timor Leste bisa berusaha untuk bisa setara dengan negara-negara
tetangganya dahulu dengan jalan kerjasama baik bilateral maupun multilaretal.
Hal ini penting, karena semua negara tidak bisa berdiri sendiri apalagi Timor
Leste yang merupakan negara baru, harus bisa membangun hubungan untuk memenuhi
kepentingan nasional yang tidak bisa terpenuhi di dalam negeri.
C.
Pasar Perbatasan Suai-Salele (Timor
Leste – Indonesia)
Oleh karena itu Kunjugan presiden Republic
Indonesia ke timor leste yang kedua kalinya untuk lebih mengeratkan hubungan
kedua Negara tersebut. Dengan kunjugan kenegaraan tersebut kedua Negara telah
menandatangani berbagai dokumen (memorandum of understand) ekonomi, keamanan,
politik, agrikultor dan pariwisata.
Dengan demikian daerah perbatasan
lebih diperhatikan pembangunannya karena wilayah perbatasan merupakan pintu
masuk antar negara, selain pintu masuk juga sebagai gambaran dari wilayah itu
sendiri, maka pada hari sabtu telah buka pasar bebas pada lintas batas tepatnya
di salele distrik suai covalima.
Dengan berbukanya pasar antar Negara
tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi kedua Negara.
Harapan dibukanya pasar di Salele tersebut dapat memberikan keuntugan ba kedua
Negara karena mengingat Timor Leste dan Indonesia sama-sama mebutuhkan.
Kebutuhan 9 bahan pokok menjadi sangat penting ba Timor Leste karena mengingat
Negara baru yang belum memiliki perusahaan yang memproduksi 9 bahan pokok. Hal
yang perlu diperhatikan adalah border control.
Aktivitas ekonomi yang terjalin diantara NTT dan Negara Timor Leste diindikasikan dari aktivitas ekspor impor kedua wilayah tersebut. Sampai dengan akhir tahun 2011, ekspor NTT ke wilayah Timor Leste senilai $ 6,43 juta atau 32,57% dari total ekspor NTT. Sementara impor NTT dari Timor Leste pada periode yang sama senilai $ 45,04 ribu atau hanya sebesar 0,37% dari total impor. Komoditi ekspor dari NTT ke Timor Leste yang dominan adalah kebutuhan sehari-hari.
Pengiriman
dilakukan melalui pelabuhan Tenau, ataupun langsung menuju Pelabuhan Atapupu.
Tingginya volume ekspor dibandingkan dengan impor dari Timor Leste
mengindikasikan bahwa supply kebutuhan negara tersebut sebagian besar
masih ditopang oleh supply dari Indonesia sehingga ketergantungan
terhadap Indonesia cukup tinggi.
Dominansi
supply barang kebutuhan dari Indonesia diperkuat dengan hasil survei
yang dilakukan pada pertengahan Desember 2011 ke wilayah Perbatasan Motaain.
Hasil survei enunjukkan bahwa 100%
barang kebutuhan yang dikonsumsi masyarakat di wilayah perbatasan berasal dari
Indonesia, dimana 90,91% berasal dari wilayah setempat, yaitu Atambua dan
sisanya sebesar 9,09% didatangkan dari provinsi lain di Indonesia.sumber
kajian ekonomo rejional NTT. Tahun 2011.
D.
Timor Leste Menuju Asean
Timor leste saat ini masih berstatus
peninjau (observer) setelah menuai protes dari berbagai Negara ASEAN tidak mendukung
timor leste masuk asean.
Dalam perkembangannya
Timor Leste yang berada di kawasan Asia Tenggara, menyatakan ketertarikanya
untuk menjadi anggota ke-11 ASEAN. Walaupun telah terjadi perdebatan antar
Negara Asean yang setuju dan menolak Timor Leste untuk masuk kedalam anggota
Asean dan perdebatan antara tokoh Timor
Leste Xanana Gusmao yang pro timor leste masuk ke Asean dan Ramos Horta yang
kontra dengan alasan agar Timor Leste masuk kedalam kawasan pasifik atau
Australia. Namun dalam perkembangan terakhir timor leste lebih condong untuk
masuk kedalam ASEAN bukti keseriusanya dengan pembentukan sekertariat nasional
ASEAN di Dili pada febuari 2009. Sekertariat ini berfungsi untuk mempersiapkan
tahapan-tahapan menjadi Negara Asean agar 2012 nanti Timor Leste dapat menjdai
anggota asean ke-11. Bila hal ini terwujud maka tinggal papua nugini Negara
yang berada di kawasan ASEAN yang belum menjadi Negara ASEAN.
E.
Tantangan Timor Leste Menjadi Anggota ASEAN
Sejak secara resmi memperoleh kedaulatannya pada tanggal 20 Mei
2002,Timor Leste menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang tidak mudah. Aspek
sosial, ekonomi, dan politik serta keamanan dan penegakan hukum di Timor Leste
masih menjadi pekerjaan rumah yang terus bermunculan layaknya sebuah negara
baru. Selama 5 tahun pertama kemerdekaan, Timor Leste masih menghadapi berbagai
“turbulensi” secara terus menerus dan capaian pembangunan dapat dikatakan relatif rendah, terutama dengan meningkatnya jumlah penduduk miskin dan berbagai gangguan keamanan akibat konflikhorisontal.
Meskipun demikian, perlahan namun pasti, berbagai institusi yang dibutuhkan
untuk menunjang pembangunan di Timor Leste terus dibentuk dan mulai berfungsi
dengan baik. Institusi menjadi penentu awal
capaian pembangunan yang efektif dan efisien. Satu hal yang perlu diingat bahwa pembangunan selalu membutuhkan proses untuk dapat menghasilkan kehidupanyang
lebih baik bagi penduduk Timor Leste.
Melihat kondisi ini membuat sebuah tantangan tersendiri buat
TimorLeste, mengejar ketertinggalan dalam perekonomian sungguh sangat
memerlukan tenaga ekstra bagi para pemimpin negeri ini. Jika hal ini tidak
segera diperbaiki dan dilakukan perubahan, tentu membuat jalan terjal untuk
bergabung bersama ASEAN sebab untuk mengejar ketertinggalan di dalam bidang
ekonomi dari negara-negara anggota ASEAN membutuhkan waktu yang cukup
lama. Tentu hal ini sandungan yang besar bagi Timor Leste, bisa jadi niat
baik Timor Leste
untuk bergabung dengan ASEAN dapat berubah menjadi beban berat bagi ASEAN
kedepannya nanti.
F.
Harapan
Bagaimana pun juga bergabungnya Timor Leste ke dalam ASEAN
akanmembuat organisasi ang dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 tersebut
akanmenjadi tambah solid dan mampu memberikan sumbangan untuk menciptakan
ketertiban, keamanan serta stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Perdana Menteri
Xanana Gusmao menyatakan bahwa saat ini Timor Leste dalam keadaan stabil dengan
keamanan dan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Dengan situasi itu,
mendorong motivasi masyarakat Timor Leste untuk berpartisipasi lebih aktif lagi
dalam forum kerja sama regional agar mendatangkan investasi lebih besar
kenegaranya. Semangat Timor Leste untuk menjadi bagian dari ASEAN patut
diacungi jempol, hal ini ditunjukkan sejak digulirkannya Bali Democracy Forum yang pertama thun 2008 Timor Leste tidak pernah absen dari perhelatan tersebut.
Sesungguhnya Indonesia memegang peran yang sangat penting dalamkeanggotaan
Timor Leste mendatang di ASEAN, kecuali Timor Leste tidak mampu mendekati Indonesia untuk meminta bantuannya membujuk
kesembilan negara anggota lainnya menerima Timor Leste sebagai anggota penuh di
ASEAN, tentu hal ini bisa membawa citra positif di dunia internasional jika
Indonesia mampu membantu Timor Leste. Maka dari itu, tidaklah mustahil pada
saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan dilaksanakan di
Jakarta pada bulan November 2011 dan pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh
ASEAN menjadi sejarah baru bagi negara Timor Leste dan mampumengangkat pamor ASEAN di dunia internasional. Meskipun ada salah satu negara anggota
ASEAN secara jelas dan terang-terangan tidak memberikan dukungan
untuk bergabungnya Timor Leste ke dalam tubuh ASEAN, tentu ini
tantangan
tersendiri bagi negara baru tersebut, sebab keikutsertaan
Timor Leste dalam ASEAN harusdidukung oleh kesepuluh negara anggota
ASEAN, jika salah satu negara anggotamenolaknya harapan Timor Leste untuk
bergabung di Asia Tenggara akan sirnahhal ini sesuai dengan Piagam ASEAN.
"Keberhasilan
Timor Leste menjadi tuan rumah KTT ke-10 CPLP merupakan point positive bagi Timor Leste
menjadi anggota ASEAN ke-11 hal ini juga disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)
Mari Elka Pangestu. ini dapat
dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa Timor Leste juga turut ambil bagian dalam
forum kerja sama antarnegara dan menunjukan Timor Leste dapat mengorganisir
event besar berskala internasional.
Pemerintah
Indonesia melihat dan menganggap peran strategis Timor Leste sebagai
"jembatan" antara Comunidade dos Passes de Langua Portuguesa (CPLP)
atau Komunitas Negara Berbahasa Portugis dengan negara-negara di ASEAN dan Asia
Pasifik.
Saking
keberhasilan Timor Leste dalam mengorganisir berbagai even berskala
Internasional ini semakin meperkuat tekad Timor Leste menuju ASEAN.



1 comments:
Suka main judi togel,, sekarang ada solusi yang tepat dan akurat hubungi guru togel mbah suro di nomor 082354640471 thanks you....!
Post a Comment